--> Skip to main content

10 Penyebab Pelanggan Toko Kelontong Kabur

Alat hitung kalkulator

10 Penyebab Pelanggan Toko Kelontong Kabur – Mendapatkan pelanggan dari toko kelontong merupakan hal yang paling ditunggu-tunggu. Semakin banyak pelanggan potensi keuntungannya pun akan semakin besar. Namun apa jadinya jika tiba-tiba pelanggan toko Anda kabur? Ini tentu sangat tidak diinginkan.

Hal ini sangat mungkin terjadi jadi jangan berpuas diri jika saat ini sudah banyak pelanggannya. Pertahankan kesetiaan pelanggan dengan usaha yang semaksimal mungkin. Jangan sampai Anda berpikiran masa bodoh, hindari hal-hal yang akan membuat pelanggan toko kelontong Anda kabur, meski mungkin kelihatannya hal sepele.

Penyebab pelanggan toko kelontong kabur

Apa saja penyebab pelanggan toko kelontong kabur? Hal ini perlu Anda ketahui sedini mungkin untuk menghindari hal-hal terburuk. Berikut informasi selengkapnya, Simak baik baik.

1. Harga Lebih Mahal

Harga barang bisa jadi menjadi hal paling sensitif artinya beda sedikit saja akan membuat pelanggan kecewa. Meskipun awalnya tidak tahu tapi lambat laun akan mengetahuinya jika ternyata harga barang ditoko Anda lebih mahal.

Jika memang toko kelontong Anda hanya satu-satunya atau jarak antar toko kelontong jauh mungkin efeknya tidak terasa bagi pelanggan. Namun jika persaingan dilokasi Anda ketat berpindahnya pelanggan ketoko lain sangat mungkin terjadi.

Solusi terbaik dengan belanja barang partai besar atau minimal 1 dus sehingga harganya lebih murah dari pada beli partai kecil. Usahakan memberi harga sesuai dengan sarana produsen atau kalau tidak ada ambil keuntungan yang wajar atau kalau bisa murah untuk barang-barang tertentu  misalnya sembako.

2. Barang kurang lengkap

Umumnya Pembeli menginginkan sekali datang ketoko kelontong semua kebutuhannya terpenuhi. Ada kalanya karena sebuah toko kurang lengkap akhirnya harus mencari barang yang kurang ke toko lain.

Jika ini dibiarkan lama-lama pelanggan akan berpikir, ya sudahlah belanja ketoko lain saja yang lebih lengkap. Apalagi jika ditoko lain harga lebih murah tapi lebih lengkap, lambat laun pelanggan akan pindah.

Usahakan toko kelontong Anda barangnya lengkap walaupun mungkin stoknya sedikit. Tambahkan item barang yang memang kebutuhan pelanggan Anda tapi tidak ada.

3. Timbangan kurang pas

Ada beberapa barang ditoko kelontong yang jualnya secara curah sehingga mau tak mau harus ditimbang dulu seperti minyak curah, terigu, gula dan lain-lain. Jangan sampai timbangannya kurang baik yang sengaja atau tidak, karena akibatnya bisa fatal.

Mungkin awalnya tidak curiga namun biasanya setelah membeli ditoko lain baru merasa ada yang kurang. Bisa saja untuk mengobati rasa penasaran kemudian pelanggan menimbang lagi dan jika terbukti kurang, ini bisa berakibat buruk.

Usahakan menggunakan timbangan yang akurat misalnya menggunakan timbangan digital sehingga pas menimbang pelanggan bisa melihatnya sendiri sehingga terlihat meyakinkan timbangannya.

4. Menerima/Mengembalikan uang dengan tangan kiri

Sudah menjadi budaya di Indonesia kalau tangan kanan identik dengan hal-hal yang baik. Jadi kalau menerima/kembalian uang dengan tangan kiri ada yang beranggapan hal tersebut tidak sopan. Jika memang terpaksa menggunakan tangan kiri jangan lupa bilang ”Maaf”.

5. Tidak mengucapkan terima kasih

Meskipun tidak ada keharusan untuk mengucapkan terima kasih namun pembeli akan merasa dihargai apabila Anda mengucapkan terima kasih. Jangan segan mengucapkannya karena sangat mudah dilakukan.

Baca juga: 7 Penyebab Toko Kelontong Rugi Wajib Hindari

6. Kembalian dengan permen

Sekecil apapun kembalian usahakan tetap mengembalikan dengan uang, kecuali apabila pembeli yang memintanya dengan permen. Untuk itu selalu sediakan uang recehan. Uang recehan bisa Anda dapatkan diagen atau bisa juga kepengamen atau tukang parkir.

7. Sering salah saat melayani pembeli

Ada beberapa kesalahan yang wajib dihindari, pertama salah harga. Jika ini terjadi tentu saja harganya akan jadi kemahalan. Jika selisihnya banyak akan berakibat pembeli bisa nggak beli lagi. Untuk menghindarinya sebaiknya anda membuat daftar harga sehingga apabila anda lupa bisa melihatnya.

Kedua, Salah jumlah kembalian. Selalu gunakan kalkulator meskipun belanjanya cuma 3 atau 4 barang.

Ketiga, Salah menghitung total belanja, solusnya selalu gunakan fitur chek yang ada diklakulator.

Keempat, Ketinggalan barang belanja solusinya cek satu persatu saat memasukkan barang keplastik. Cocokkan dengan nota.

8. Melayani pembeli yang datang belakangan

Dalam keadaan apapun mau ramai mau sepi, biasakan melayani pembeli disesuaikan dengan yang duluan datang kalau tidak bisa saja pembeli langsung kabur karena kecewa. Biasanya kalau ada yang didulukan pembeli akan protes, segera minta maaf dan layani yang memang duluan datang.

Ada kalanya seorang pembeli belinya banyak sehingga pembeli lain harus menunggu lama. Jika ada pembeli yang datang belakangan ternyata membelinya cuma 1 barang, Anda bisa melayaninya tapi tetap melayani yang lain.

9.Pelayanan sangat lambat

Pelanggan akan merasa puas jika saat melayani cepat tidak lelet begitu juga sebaliknya. Kecepatan pelayanan ini meliputi pengambilan barang, ketersediaan barang dan menghitung. Letakkan barang yang sering dibeli pelanggan sedekat mungkin.

Jika pelayanannya lambat bisa berakibat pembeli dibelakangnya tidak sabar sehingga tidak jadi belanja atau yang lebih parah belanja ketempat lain. Hindari ngobrol yang tidak penting dengan pembeli saat toko sedang ramai.

10. Barang sudah Kadaluarsa

Apa jadinya jika barang sudah sampai dirumah ternyata setelah dicek barangnya sudah kadaluarsa? Pembeli tentu akan kecewa apalagi jika barangnya sudah terlanjur dibuka.

Pandangan pelanggan bisa berubah bisa saja menganggap toko Anda kurang laku karena menjual barang yang sudah kadaluarsa.

Untuk menghindarinya selalu teliti saat belanja barang, cek kadaluarsanya. Cek juga secara berkala untuk barang yang kurang laku.

Penutup

Setelah mengetahui 10 Penyebab Pelanggan Toko kelontong Kabur, Hindari sebisa mungkin sehingga pelanggan toko kelontong Anda tetap setia berbelanja.

Comment Policy: Please write your comment that fits the topic of this page post. Comments that contain links will not be displayed until approved.
Buka Komentar
Tutup Komentar